Selasa, 01 Mei 2012

pacaran sehat

Pacaran di sekolah? Kenapa tidak! Masa SMA, adalah masa yang indah! Di masa remaja kita kenal yang namanya persahabatan dan cinta. Anak-anak remaja jaman sekarang, kebanyakan menghabiskan waktu di sekolah daripada di rumah. Pacaran memang hal-hal yang lazim di sekolah. Tapi banyaknya beban sekolah, pacaran dijadikan pelampiasan dan bikin pacaran jadi tidak sehat atau melenceng. Sekolah sering digunakan sebagai tempat pacaran, karena waktu yang pelajar habiskan lebih banyak disana. Tahukah anda kalau pacaran itu seharusnya pada saat masa dewasa, sudah kamu lakuin di sekolah. Jadi, kebiasaan pacaran yang dilakukan oleh orang dewasa banyak yang dilakukan sama pelajar. Itu bisa berdampak buruk anda buat perkembangan psikologis kamu. Bukan berarti kamu tidak boleh pacaran harus dibatasi sama fungsi kamu.


            

Berikut 10 Tips pacaran sehat di sekolah yang bisa bikin sekolah kamu jalan dan pacaran tetap oke:

1. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Agama adalah panutan kita dalam hidup. Tanpa agama hidup bakal gak berarah. Nah, biar pas pacaran kamu tidak melakukan hal yang aneh-aneh. Ingatlah norma-norma agama kamu. Biar pacaran yang kamu lakukan masih dalam batas wajar.

2. Sibukkan diri dengan kegiatan Ekstrakurikuler di sekolah.
Bukan cuma anda, tapi buat pasangan anda juga. Denga sibuknya kalian berdua, waktu yang kalian pakai buat pacaran bakal efektif dan yang dibicarakan pas ketemu bakal berguna buat hubungan kalian. Jadi tidak bakal mikir buat ngelakuin hal yang aneh-aneh.
3. Sebagai penyemangat dan motivasi diri.
Anda dan pacar sama-sama pelajar, otomatis kalian punya sasaran yang harus dicapai dalam tiap pelajar. Coba deh kalian main tinggi-tinggian pencapaian sasaran atau target. Dan kasih imbalan buat yang nilainya lebih tinggi. Dengan begini, pacaran dan belajar jadi lebih seru kan?

4. Belajar Kelompok.
Belajar tidak hanya di sekolah. Di rumah juga bisa. Dari pada pacaran di luar sekolah dengan nongkrong dan habiskan uang. Mendingankalian berdua sambil belajar kelompok. Dengan tukar pikiran dan pengetahuan tentang ilmu yang dikuasain, kalian berdua bisa saling mengisi dalam pelajaran sekolah.
5. Kenalin pacar ke orang tua.
Kenalin pacar ke orang tua tidak berarti kamu berhubungan serius banget dan bakal langsung menikah. Ini biar buat kamu jaga-jaga dalam bertindak. Dengan kamu tahu orang tua si dia, kamu bakal mikirin perasaan mereka kalau kamu macam-macam dalam pacaran.

6. Jangan berpacaran pada saat jam pelajaran.
Yang satu ini tidak boleh alias pantangan!!! Kalian punya waktu istirahat kan buat ketemu, apa tidak bosan bertemu terus pas di sekolah. Kamu kan butuh waktu buat konsen ke pelajaran biar materi yang diterangkan guru masuk ke otak kamu.

7. Jangan nonton film porno.
Film porno mudah menyebar sekarang ini. Padahal banyak berdampak buruk yang ditimbulkan dengan nonton film porno disamping pikiran kamu dipenuhi dengan adegan yang bukan konsumsi kamu. Kerja otak juga bakal terganggu. Dengan nonton film porno secara tidak langsung kamu mengurangi kemampuan otak kamu dalam menyerap dan memahami pelajaran.

8. Jaga diri dalam pasangan.
Pacar yang baik adalah pacar yang menghormati dan menjaga harga diri pasangan. Ada yang tidak mengerti dengan kalimat tersebut? Kalau memang kamu sayang sama pacar kamu atau sebaliknya. Salah satu dari kalian tidak bakal ngelakuin sesuatu yang bakal merugikan masa depan kalian berdua. Pacaran memang proses menuju pernikahan, tapi belum tentu pacar kamu yang sekarang bakal jadi suami kamu kan?

Buat kalian yang menjalankan pacaran di sekolah, ayo coba dipraktekin tips-tips di atas. Gak selamanya pacaran itu buruk. Pacaran bisa juga bikin prestasi meningkat kok!





Pacaran sehat :) gimana siiih?


Pacaran atau tidak, itu adalah sebuah pilihan. Enggak ada lagi aturan yang mengatakan, remaja enggak gaul, kalo enggak pacaran. Kalau enggak pengen pacaran ya, enggak usah pacaran. Orang pacaran harus jelas motivasinya dan harus positif. Kalo enggak, mending enggak usah aja. Jangan salah mengartikan gaul ya. Yang namanya gaul, justru mereka yang percaya diri, berprestasi, tahu apa yang dia mau, dan tahu bagaimana mengemukakan keberatan kalo dia emang enggak mau.

Nah, kalo kita mau pacaran, pastikan gaya pacaran kita masuk katagori pacaran sehat. Yang namanya pacaran sehat bukan berarti tiap kali ngapel sambil push-up, main basket, atau senam aerobic loh! Pacaran sehat itu berarti pacaran yang tidak "bikin penyakit" Maksudnya pacaran yang bertanggung jawab, jelas tujuannya, dan tidak merugikan satu sama lain.

Lebih detail lagi pacaran sehat bisa dijelaskan begini:

1. Sehat secara psikologis.
Tujuannya pacaran untuk saling mengenal satu sama lain. Buat remaja kayak kita-kita, pacaran biasanya identik dengan hepi-hepi. Bisa saling mengekspresikan rasa sayang, cinta, saling memberi dukungan, pokok nya ada temen yang asyik untuk diajak kemana-mana: Pacaran menjadi tidak sehat kalau mulai main paksa, cemburu berlebihan, terlalu posesif, berantem terus, pokoknya bukannya hepi-hepi yang dapat, tetapi malah bikin stress, ketakutan tertekan, selalu terpaksa, dan sebagainya. Belum lagi kalau bermasalah dengan orangtua (ortu).Misalnya ortu enggak setuju, entah kenapa ortu menganggap belum-belum waktunya, enggak dipercaya bisa membawa diri, atau hanya ortu enggak suka sama pacar kita dan akhirnya kita backstreet.

2. Sehat secar fisik.
Biasanya, ortu paling takut saat pacaran kita menjaga diri agar "tetep utuh". Karena ortu tahu dan masih inget, yang namanya remaja itu amat bergejolak, selalu pengen coba-coba, dan mudah terpengaruh. Banyak remaja perempuan hamil karena ingin coba-coba dan enggak bisa menolak bujukan pacar. Remaja cowok juga banyak yang terpengaruh pandangan kalau belum bisa menggaet cewek berarti dia cowok memble. Akhirnya gara-gara mereka berdua enggak punya "kekuatan" untuk menjadi diri sendiri, ya tergelincir, coba-coba melakukan seksual pertama yang mereka piker bakal indah dan tak terlupakan, saking nyesel-nya. Kehamilan hanya salah satu resiko. Belum lagi kalau terkena PMS ( penyakit menular seksual). Ingat, udah enggak zamannya lagi ngekiat kebersihan seseorang hanya dari penampilan diluar. Dari luar doi tampak keren abis, kulit bersih, anak orang kaya, dan lain-lain. Padahal belum tentu dia enggak punya penyakit menular seksual. Nah, pacaran yang sehat salah satunya adalah tidak menimbulkan kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit, dan ganguan fisik lainnya (selaput dara robek, dan lain-lain).

3. Sehat secara sosial.
Kadang, kalo kita lihat orang pacaran di tempat umum, bisa bikin kita jengah sendiri! Anak SMU pacaran di halte bus kota, sambil ciuman enggak peduli banyak orang ngeliat. Bukannya sirik ya, tetapi perilaku kayak gitu enggak pantas deh! Orang-orang yang lebih dewasa, malah lebih seru lagi. Kadang saya pikir, jangan-jangan mereka emang sengaja pamer ya?

Jangan lupa, kita hidup di masyarakat yang memiliki norma dan adat istiadat yang berlaku umum di lingkungan kita. Sebagai anggota sebuah masyarakat (kecuali kamu tinggal di pulau terpencil kayak Tom Hanks di film Out Cast) kamu harus menghargai norma yang berlaku di situ. Jangan mentang-mentang kata orang dunia hanya milik kita berdua lalu orang di sekitarnya dicuekin. Pulang ngapel larut malem melebihi jam malam, juga suka bikin sebel masyarakat. Biasanya ortu keberatan dan jangan-jangan karena dianggap enggak sopan, kita malah dilarang pacaran sama mereka. Kalau gaya pacaran kita udah bikin masalah di lingkungan berarti pacaran kita udah enggak sehat.

Selain norma-norma social yang berlaku di masyarakat, kita juga mempunyai norma agama. Agama memberi batasan-batasan bagi kita dalam menjalin hubungan dengan-lawan jenis. Jadi teman-teman sehat secara sosial dalam pacaran juga musti dijamin. Ingat nama baik itu sulit didapat atau dipertahankan. Jangan gara-gara kita lagi hepi, kita kehilangan nama baik, enggak diterima di masyarakat. Kita sendiri.
Mudah2an kita bisa memberikan pengertian kepada anak/ponakan kita nantinya ya...




Pada zaman yang sekarang ini,pacaran atau nggak itu adalah sebuah pilihan.Nggak ada lagi aturan yang mengatakan bahwa remaja tuh nggak gaul kalo nggak pacaran.Eits,jangan salah mengartikan gaul ya,yang namanya gaul tuh justru orang yang percaya diri,berprestasi,tahu apa yang dia mau,dan tentu saja tahu bagaimana mengemukakan keberatan kalo dia memang nggak suka.Kalau nggak pengen pacaran,ya nggak usah pacaran.Orang pacaran tuh mesti jelas motivasinya,dan harus positif.Kalo nggak,mending nggak usah.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar